Nasional

Tak Kapok Dideportasi, Bonnie Blue Kembali Diduga Hina Bendera Indonesia dan Budaya Bali

11
×

Tak Kapok Dideportasi, Bonnie Blue Kembali Diduga Hina Bendera Indonesia dan Budaya Bali

Sebarkan artikel ini

INDONESIA, LaksamanaNews.Com — Apa yang dilakukan Bonnie Blue bukan lagi soal sensasi murahan atau pencarian popularitas. Ini adalah penghinaan terang-terangan terhadap Indonesia,terhadap simbol negara, terhadap budaya, dan terhadap harga diri sebuah bangsa. Berpose tidak senonoh di atas bendera Merah Putih, terlebih dilakukan di depan KBRI, adalah tindakan yang melampaui batas akal sehat dan etika global.
Bendera Merah Putih bukan properti hiburan. Ia adalah simbol darah, air mata, dan nyawa para pahlawan. Ketika seseorang dengan sadar menjadikannya alat provokasi, maka yang diinjak-injak bukan hanya kain dua warna, tetapi martabat 270 juta rakyat Indonesia.

Lebih ironis lagi, aksi ini dilakukan usai deportasi, seolah menjadi bentuk perlawanan penuh arogansi. Alih-alih menunjukkan penyesalan atas pelanggaran yang pernah dilakukan di Indonesia, Bonnie Blue justru melontarkan sindiran ke Bali daerah yang memiliki adat, budaya, dan kesakralan yang selama ini dijaga dengan penuh kehormatan. Denda Rp200.000 yang seharusnya menjadi pelajaran, justru dipelintir menjadi bahan ejekan.

Sikap ini mencerminkan satu hal: tidak ada rasa hormat, tidak ada empati, dan tidak ada tanggung jawab moral. Kebebasan berekspresi kerap dijadikan tameng, padahal di mana pun di dunia, kebebasan selalu dibatasi oleh rasa hormat terhadap simbol negara dan nilai budaya.

Jika tindakan semacam ini terus dianggap sepele, maka yang dipertaruhkan bukan hanya citra hukum Indonesia, tetapi juga pesan berbahaya bahwa simbol bangsa boleh dilecehkan tanpa konsekuensi. Negara tidak boleh diam. Diam berarti memberi ruang bagi penghinaan berikutnya.

Ini bukan soal dendam atau emosi sesaat. Ini soal harga diri bangsa. Merah Putih harus dihormati. Bali harus dijunjung. Dan siapa pun yang dengan sengaja melecehkannya dari mana pun asalnya harus dihadapkan pada sikap tegas dan bermartabat dari negara.
Karena bangsa yang membiarkan simbolnya dihina, perlahan sedang mengizinkan kehormatannya diruntuhkan.

Penulis: Megawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *