OrganisasiPekanbaru

Anak Bolos Sekolah dan Diduga Mesum di Tempat PS, Aktivis Perempuan dan Anak Desak Dinas Terkait Bertindak Tegas!

×

Anak Bolos Sekolah dan Diduga Mesum di Tempat PS, Aktivis Perempuan dan Anak Desak Dinas Terkait Bertindak Tegas!

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU, LAKSAMANANEWS.COM  – Dugaan aksi tidak pantas yang dilakukan sejumlah pelajar di sebuah tempat permainan PlayStation (PS) saat jam sekolah menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Peristiwa yang diduga melibatkan anak-anak usia sekolah itu dinilai menjadi alarm serius terhadap pengawasan anak dan lingkungan pergaulan remaja di Kota Pekanbaru.

Aktivis perempuan dan anak, Rika Parlina S.H, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Menurutnya, fenomena anak bolos sekolah lalu melakukan tindakan yang mengarah pada pergaulan bebas tidak bisa dianggap sepele dan harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama dinas terkait.

Rika menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui dinas pendidikan, dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, hingga aparat penegak aturan harus segera turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan lebih ketat terhadap tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya pelajar saat jam belajar berlangsung.

“Ini bukan hanya persoalan bolos sekolah, tetapi sudah menyangkut masa depan generasi muda dan citra Kota Pekanbaru sebagai kota layak anak. Jangan sampai anak-anak kehilangan arah karena lemahnya pengawasan,” tegas Rika.

Ia juga meminta dinas terkait untuk bertanggung jawab penuh dalam menangani persoalan tersebut dengan langkah nyata, mulai dari pembinaan terhadap anak, pengawasan lingkungan usaha hiburan dan tempat permainan, hingga edukasi kepada orang tua serta sekolah.

Menurutnya, upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Rika berharap pemerintah tidak hanya bersikap reaktif setelah kasus viral, namun benar-benar menghadirkan solusi berkelanjutan demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak di Pekanbaru.
“Kalau ingin mewujudkan Pekanbaru layak anak, maka pengawasan terhadap aktivitas anak di luar sekolah juga harus diperkuat. Semua pihak harus bergerak bersama demi menyelamatkan generasi muda,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *